Sabtu, 27 Januari 2018

Yamaha Lexi

Jakarta - Yamaha Lexi yang merupakan skuter paling gres dari PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) hadir dalam dua varian, yakni Lexi (standar) dan Lexi-S sebagai varian tertingginya.

Presiden Direktur dan CEO YIMM Minoru Morimoto mengatakan, Yamaha Lexi memiliki akselerasi hampir sama dengan NMax berkat power to weight ratio yang baik.

"Ini adalah pertama kalinya kami memberikan mesin Bluecore 125 cc dengan VVA (Variable Valve Actuation) di skutik kami di Indonesia. Mesinnya sama dengan Aerox 125 yang kami produksi hanya untuk pasar ekspor," ungkap Minoru saat peluncuran Yamaha Lexi di Jakarta, Jumat (26/1/2018).

Karena hanya ada dua varian, maka Yamaha Lexi-S merupakan varian tertinggi dengan fitur lebih lengkap dibandingkan versi standar. Lexi-S dilengkapi ini Sub-Tank SuspensionKeyless(Smartkey), dan desain jok yang diklaim lebih mewah. Sedangkan untuk versi standar tidak.

Meski ada yang berbeda dengan fitur, namun hal itu tidak dengan bagian jantung pacu karena mesinya sama-sama menggunakan mesin125 cc Liquid Cooled, 4 stroke, SOHC.

 

1 of 3

Fitur-fitur

Yamaha Lexi 125
Yamaha Lexi 125 tipe tertinggi dilengkapi smartkey. (Herdi/Liputan6.com)

Sebagai fitur standar, Lexi dan Lexi-S dilengkapi lampu depan LED, selain itu juga telah disematkan lampu hazard

Agar terlihat lebih mewah, panel meter didesain full digital. Tak lupa motor ini telah dijejali power socket sehingga dapat mengisi daya smartphone Anda saat di jalan.

Selain itu skuter ini juga telah memiliki Answerback System sehingga pemilik bisa mencari motor ini dengan mudah diparkiran, serta hadir pula Start & Stop System, dan Smart Key.

Tak lupa Yamaha Lexi juga memiliki kelebihan-seperti NMax mulai dari tempat pijakan kaki yang lebar bahkan mampu membawa galon air, hingga jok kursi panjang, bagasi berkapasitas 12,8 liter atau mampu membawa helm half face bawaan pabrikan Yamaha.

 

2 of 3

Spesifikasi

Yamha Lexi 125
Yamaha Lexi 125 dibekali mesin 125 cc Bluecore. (Herdi/Liputan6.com)

Yamaha Lexi juga dilengkapi teknologi Bluecore, Liquid Cooled 4 Valve (LC4V), DiASil Cylinder & Forget Piston, Variable Valve Actuation (VVA),  dan Smart Motor Generator (SMG).

Berikut spesifikasi lengkap Yamaha Lexi 125 :

- Tipe Mesin : Liquid Cooled 4-Stroke, SOHC

- Susunan Silinder : Silinder Tunggal

- Diameter x Langkah : 52×58.7 mm

- Perbandingan Kompresi : 11.2 +- 0.4

- Volume Silinder : 124,7 cc

- Daya Maksimum : 11,7 Tk/ 8.000 rpm

- Torsi Makaimum : 11,3 Nm/ 7.000 rpm

- Sistem Starter : Electric Starter

- Sistem Pelumas : Wet Sump

- Kapasitas Oli : Total = 1.00 L, Berkala = 0,90 L

- Sistem Bahan Bakar : Fuel Injection

- Tipe Kopling : Dry, Centrifugal Automatic

- Tipe Transmisi : V-Belt Automatic

Dimensi

- PxLxT : 1970 mm x 720 mm x 1135 mm

- Jarak Sumbu Roda : 1350 mm

- Jarak Terendah ke Tanah : 133 mm

- Tinggi Tempat Duduk : 785 mm

- Berat isi : 112 kg

- Kapasitas Tanki bensin : 4.2 liter

Rangka

- Tipe Rangka : Underbone

- Suspensi Depan : Telescopic Fork

- Tipe Suspensi Belakang : Unit Swing

- Tipe Ban : Tubeless

- Ban Depan : 90/90-14M/C 46P

- Ban Belakang : 100/90-14M/C 57P

- Rem Depan : Disc

- Rem Belakang : Drum

Kelistrikan

- Sistem Pengapian : TCI

- Tipe Battery : YTZ7V

- Tipe Busi : CPR8EA-9/ U24EPR-9

Selasa, 21 November 2017

Karena Ustadz Abdul Somad Sebut Pesek, Jadi Ketahuan Mana Muslim dan Munafik


Hampir sepekan ini pemberitaan di media massa ramai membahas soal keputusan artis dan presenter Rina Nose yang ambil keputusan melepas hijabnya.

Keputusannya ini pun menuai pro dan kontra.

Bahkan Rina disebut-sebut telah murtad bahkan memutuskan atheis, meski hal itu akhirnya ditampik dan menyatakan tetap beragama Islam.

Namun hal itu meredakan suasana, sebab baru-baru ini publik kembali dibuat heboh dengan cuplikan video Ustad Abdul Somad (UAS) yang mengejek rupa Rina Nose.

Lantas apa alasan UAS bersikap demikian, ternyata beliau memiliki jawabannya.

Dilansir dari fanspage ‎Ustadz Abdul Somad عبد الصمد, UAS memposting sebuah foto yang diberi judul PESEK.

Berikut tulisan lengkapnya

Jawaban Ust Abdul Somad terkait pesek

Bersikap sombong kepala yang sombong adalah sedekah.

Jika kita bersikap tawadhu di hadapan orang sombong maka akan menyebabkan dirinya terus-menerus berada dalam kesesatan. Namun, jika kita bersikap sombong maka dia akan sadar. Imam Syafi'i berkata: 'Bersikap sombong kepada orang sombong sebanyak dua kali'

Sedangkan kesombongan terbesar adalah Ketika seorang muslim menolak perintah Allah.

Relakah kita jika jutaan generasi muslimah yang sudah berjilbab menanggalkannya hanya karena terpengaruh pesek yang curhat merengek?

'Kisruh' antara Rina Nose dan Ust Abdul Somad ini pun ikut menjadi perhatian dari Ust Felix Siauw.

Lewat akun instagramnya, ustad yang merupakan mualaf keturunan Tionghoa ini menyampaikan, bahwa betapa isu "Pesek", ini telah menunjukkan mana yang mukmin mana munafik.

Berikut tulisan lengkapnya: 

"Pesek Yang Menjelaskan"

Saya tak hendak membahas tentang "Pesek" yang disampaikan @ustadzabdulsomad berkaitan Muslimah saudari kita yang melepas hijab dan kontroversinya.

Sebab bagi saya penjelasan Ust. Somad sudah lebih dari cukup, dalilnya lengkap, hujjahnya kuat.

Siapa yang tak punya kecemburuan dalam agama, aneh dia.

Apalagi, yang mengenal dan mencintai Ust. Somad, pasti tahu gaya bahasa, penyampaian beliau, saya yakin yang memprotes pasti jarang menyimak beliau.

Belum lagi yang mengenal keseharian beliau, tutur, perilaku dan akhlak beliau saat tidak di mimbar dengan mic, justru akan tersenyum dengan paparan itu.

Yang ingin saya sampaikan, bahwa betapa isu "Pesek", ini telah menunjukkan pada kita, mana yang haq dan mana yang bathil, mana yang mukmin mana munafik.

Sebab isu ini bukan lagi pada bahasan etika, apalagi hukum, tapi sudah masuk ranah stigmatisasi dan penjelekkan terhadap ulama, ust. Somad mulai dibidik.

Kita paham bahwa zaman now, ulama manapun yang tegas dalam ke-Islam-an senantiasa dicarikan kasus, dihancurkan kepercayaan ummat pada mereka.

Begitupun Ust. Somad, ketegasan beliau tak berkurang saat tenar, tak luntur walau diatas angin, dakwahnya disambut ummat, dan ini mengkhawatirkan bagi munafik.

Maka dengan isu ini, mereka seolah mendapat angin menjatuhkan Ust. Somad, liberalis, syiah dan wahabi-takfiri angkat bicara, kompak menjatuhkan Ust. Somad.

Anehnya, mereka yang sibuk menjatuhkan wibawa ust. Somad punya kesamaan, mereka sama-sama diam saat terjadi penistaan agama, mereka satu barisan.

Saat terjadi penistaan agama, bahkan mereka anggap aksi bela Islam adalah aksi sia-sia, yang bermulut kotor dan menista agama malah diberi gelar sunan.

Lucu, saat ada yang bermaksiat lalu diingatkan, lantas dijadikan alasan menghasut kebencian.

Tapi agama dinistakan, lantas malah dikatakan dimaafkan bahkan dipuji.

Inilah hikmahnya, alhamdulilah saya yakin Muslim di Indonesia tetap memerlukan Ust. Somad, sebab Muslim Indonesia rindu akan ulama yang benar ikhlas dalam Islam.

Postingan ini pun ramai dikomentari netizen yang menyambut positif dan sependapat dengan Ust Felix Siauw.

@anisa.dab Alhamdulillah Alhamdulillah Alhamdulillah makin cinta dgn Ulama... Shollu alan Nabi ﷺ

@diandtbs @felixsiauw @ustadzabdulsomad semangat ustad Allah hanya bersama orang orang bertakwa insya allah semua diberikan hidayah oleh Allah.. Aamiin

@toel_targaryen Saya pesek, saya cinta ustad felix, saya cinta abdul somad

@bl_jhon Aminn..sy selalu bilang..ini cara ALLAH ..untuk mengangkat harkat dan martabat umat islam..meskipun para ulama nya..di goyang oleh kaum kapitalis melalui org" liberal org" munafikun..dan org" yg mengharap uang recehan.. insya ALLAH umat sdh paham...tdk akan meninggalkan ulama nya yg berjuang untuk ISLAM..

Sumber. Tribunpalembang.com

BAHAYA!! Tolong disebarkan Kebiasaan Pakai Standar Motor Miring Beresiko Vatal


Tanpa disadari, karena sudah terbiasa atau buru-buru, banyak pengendara motor saat berhenti dan memarkirkan kendaraannya menggunakan standar samping.


Kelihatannya sepele dan tak ada masalah. Padahal, posisi demikian bikin fatal dan bisa merugikan. Bukan karena lebih sulit menggunakan standar tengah, namun para pengguna motor mengejar kemudahan dalam menggunakan standar motor.
Lantas kenapa kita harus hindari posisi motor saat parkir dengan standar samping? Bahayanya adalah ketika seringnya orang lain duduk di atas motor.


Bukan hanya itu, seperti dilansir situs resmi Honda dan Fdrtire, Selasa 21 November 2017, berat beban motor dan berat orang yang menduduki motor kita akan ditopang oleh standar samping, shockbreaker, dan ban. Maka lambat laun standar samping akan semakin condong miring. Hal ini berlaku juga ketika parkir motor dengan waktu yang cukup lama.


Selain itu, penggunaan standar samping yang keseringan juga akan membuat bagian ban sebelah kiri akan lebih cepat botak. Hal ini terjadi karena posisi parkir dengan standar samping membuat beban yang disangga shockbreaker menjadi tidak seimbang, sehingga shockbreaker cenderung miring ke satu sisi.


Ketika motor dikendarai, tekanan di ban sebelah kiri jadi lebih besar, sehingga sisi kiri ban menanggung beban yang lebih berat. Jadi, biasakan untuk parkir menggunakan standar ganda.


Selain standar samping, tekanan angin yang kurang juga bisa membuat ban lebih cepat habis komponnya. Hal ini, karena permukaan ban yang menyentuh aspal lebih banyak.

Sumber, viva.co.id